Tumbuh Kembang Tumbuh KembangTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
parenting

Tantrum Balita Bukan Drama, Ini Bagian Tumbuh Kembangnya

Tantrum balita sering dikira rewel. Padahal ini fase normal dalam tumbuh kembang. Simak cara menghadapinya berdasarkan pengalaman orangtua di Sangatta.

17 May 2026 · 2 menit baca · oleh Hardi Kartono Pratama
Tantrum Balita Bukan Drama, Ini Bagian Tumbuh Kembangnya

Waktu anak pertama saya masih kecil, dia sering banget berguling-guling di lantai kalau nggak dapat mainan. Sebagai ibu bekerja di Sangatta, saya sempat panik dan nganggap itu masalah besar. Ternyata setelah ngobrol dengan dokter anak di puskesmas, itu bagian normal dari tumbuh kembang balita. Mereka belum punya kata-kata buat ngungkapin rasa frustrasi, jadi tantrum jadi satu-satunya cara.

Belajar Membaca Isyarat di Balik Tangisan

Memahami pemicu tantrum adalah langkah pertama. Bisa karena lapar, lelah, atau merasa tidak didengar. Saya mulai mencatat jam-jam rawan: biasanya menjelang tidur siang atau saat saya lagi nyiapin MPASI.

Alih-alih marah, saya coba duduk setinggi matanya dan bicara pelan. Satu trik yang paling membantu adalah ngasih pilihan sederhana: "Kamu mau minum dulu atau peluk dulu?" Anak merasa punya kendali, sehingga tantrum mereda. Tapi nggak selalu berhasil. Ada kalanya saya harus menggendongnya ke ruang tenang dan nunggu sampai tangisnya reda. Konsistensi adalah kunci.

Saya juga belajar dari buku The Whole-Brain Child yang direkomendasikan teman, tapi lebih sering ngutip pengalaman tetangga yang udah tiga anak. Setiap balita unik, jadi nggak ada solusi tunggal Konteks tambahan ada di kembang hemat.

Perjalanan ini ngajarin saya bahwa tantrum adalah fase yang bakal berlalu. Anak saya yang dulu suka berguling sekarang udah bisa bilang "mau" atau "enggak" meski masih terbata. Saya bersyukur nggak memarahinya terus-menerus, karena tumbuh kembang balita emang butuh kesabaran dan kepercayaan bahwa mereka sedang belajar mengelola emosi.

Bagi orangtua muda, jangan ragu bertanya ke dokter anak atau komunitas parenting. Yang terpenting, jangan menyalahkan diri sendiri ketika hari terasa berat. Kadang cuma butuh istirahat sebntar, lalu lanjut lagi.

Selengkapnya di: sumber resmi

Tag: #tumbuh kembang #balita #tantrum #parenting #orangtua muda